Selasa, 07 Februari 2012

Honor Penyuluh Agama


DPR Minta Pemerintah Perhatikan Honor Penyuluh Agama

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Surahman Hidayat mendesak pemerintah agar memperhatikan nasib penyuluh agama Islam honorer yang digaji hanya sebesar Rp150 ribu/bulan.


"Nasib mereka perlu mendapat perhatian serius pemerintah. Honor sebesar Rp150 ribu/bulan mana cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi jika ditambah dengan berapa banyak jumlah anggota keluarganya," ujar Surahman di Jakarta, Selasa.
Lebih memprihatinkan lagi para tenaga penyuluh yang bertugas di daerah terpencil atau pulau-pulau kecil yang membutuhkan dana transportasi hingga ratusan ribu rupiah hanya untuk datang membawa laporan bulanan mereka ke kantor Kemenag kabupaten.
Pemerintah, ujar dia, harus memperhatikan nasib mereka dengan menaikkan honor mereka sesuai dengan standar kebutuhan yang layak.
Menurut dia, para penyuluh agama Islam ini mempunyai tugas berat dan mulia untuk membimbing umat agar bertakwa kepada Allah Swt dan menjabarkan semua aspek pembangunan kepada masyarakat melalui jalur Agama.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa tantangan yang dihadapi penyuluh agama sekarang ini juga semakin komplek sesuai dengan kemajuan zaman sehingga dibutuhkan tenaga penyuluh agama yang memiliki kualitas SDM handal dan mampu menjawab permasalahan yang ada sekarang.
Karenanya, Surahman menegaskan, mereka berhak mendapatkan imbalan yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab mereka. "Tanpa imbalan yang seimbang, kita sulit merekrut tenaga-tenaga penyuluh yang memiliki kemampuan memadai dan siap untuk membina umat setiap saat," ujarnya.
Surahman juga mengingatkan bahwa program penyuluhan agama merupakan program yang terencana, dengan metode-metode yang tepat dan cara melaksanakan tugas yang efektif dan efisien sehingga mencapai hasil yang sebaik-baiknya.
Karena para penyuluh itu berada di garda terdepan pembinaan umat, Surahman berpendapat, maka mereka perlu diberikan bimbingan dan pengetahuan agar kualitas mereka selalu meningkat.
Secara terpisah, anggota Komisi VIII DPR RI Abdul Hakim mengemukakan bahwa pemberian honor sebesar Rp150 ribu/bulan tersebut sangat tidak manusiawi mengingat tugas yang berat dalam membina umat.
"Saya menyesalkan rendahnya honor yang diberikan pada penyuluh agama. Honor sebesar Rp150 ribu/bulan itu masih jauh dibawah UMR saat ini yang rata-rata Rp1 juta/bulan atau Rp5.681/jam. Dengan biaya hidup yang tinggi dan tuntutan kerja 24 jam, seharusnya penyuluh agama mendapat apresiasi yang lebih baik," katanya.
Dalam APBN tahun 2012, Kementerian Agama mengalokasikan anggaran sekitar Rp142,4 miliar untuk honor lebih dari 115 ribu penyuluh agama Islam profesional.
Abdul Hakim juga mendesak Kemenag meningkatkan honor tenaga penyuluh, minimal bisa disesuaikan dengan besaran UMR. (ant/ess)

Sumber: Kemenag

Tidak ada komentar :

Arsip