Selasa, 31 Januari 2012

KUA Cigalontang Predikat II KUA Teladan Nasional 2011



Di tengah masyarakat yang makin krisis moral, umat Islam diharapkan mampu memberi kontribusi dengan mewujudkan keluarga yang baik. Karena keluarga sakinah pada akhirnya akan menciptakan masyarakat Indonesia yang baik.
Hal itu dikemukakan Menteri Agama Suryadharma Ali pada acara pemilihan keluarga sakinah dan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) teladan tingkat nasional di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (17/8/2011) sore.
"Dengan menciptakan keluarga yang baik itu merupakan kontribusi umat Islam, karena telah memberikan keteladanan," kata Menag.
Menurut Suryadharma Ali, membangun keluarga sakinah tidak mudah, karena selain membutuhkan kesabaran tinggi dari pasangan suami-istri juga kemampuan mengelola ekonomi keluarga, keteladanan dan kesungguhan dalam mendidik anggota keluarga. "Selain itu, perlu pula memiliki sikap khawatir meninggalkan generasi yang lemah karena keterbatasan kemampuan mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan," imbuhnya.
Dikatakan bahwa inti pembangunan bangsa esensinya adalah menciptakan manusia seutuhnya,
yaitu manusia yang punya kapasitas intelektual, kematangan emosional dan kualitas spiritual. Untuk itu, harus diawali pembangunan institusi keluarga yang akan melahirkan pribadi-pribadi berkualitas. Dan, sebagai lembaga sosial terkecil dalam masyarakat, keluarga adalah tumpuan harapan.
Puncak kebahagiaan dan kehormatan seseorang akan bermakna dibanding mereka yang dibesarkan tanpa keluarga. Sebab, melalui keluarga dapat dilahirkan manusia-manusia berkualitas, kuat dan mulia melalui keluarga yang dibangun atas dasar prinsip keyakinan agama yang benar, norma sosial dan aturan hukum yang berlaku di masyarakat.
Menag berharap keluarga sakinah senantiasa dapat disosialisasikan, karena dari keteladanannya diharapkan bisa tersusun tatanan masyarakat Indonesia yang jauh lebih baik. "Kita semua mendambakan keluarga sakinah," katanya pada acara yang dihadiri Ny. Indah Suryadharma Ali, Ketua MUI KH Ma`ruf Amin, pejabat eselon I dan II Kemenag, serta para dewan juri yang diketuai Prof Dr Ahmad Mubarok.
Dalam kesempatan itu Menag juga meminta aparat KUA untuk mensosialisasikan pentingnya catatan pernikahan. Karena saat ini masih banyak yang menikah tidak mau dicatat melalui nikah siri. "Ada yang setuju dilarang, tapi ada yang berkeberatan karena belum kebagian," ucapnya.
Ia menargetkan pada 2012 KUA sudah dapat mensosialisasikan nikah secara benar kepada masyarakat. Nikah siri dan segala dampaknya yang ditimbulkan harus dapat dicegah. "Dengan sosialisasi pernikahan yang benar, maka ke depan, nikah siri akan dapat dihindari," kata Menag.
Adapun pemenang pasangan keluarga sakinah terbaik pertama Hj. Tien Partini dan Dr. H. Mulyadi Niti Susastro MM, (asal Jawa Tengah, nilai 1594), terbaik kedua pasangan Hj.Kamsiatun dan H. Endi Suwandi BA (DKI Jakarta, nilai 1550), terbaik ketiga Hj. Siti Munirah dan H. Muh. Arief (Sulawesi Tengah, nilai 1525).
Pasangan keluarga sakinah harapan satu Hj. Hamidah dan H. Thamsir (Kepulauan Riau, nilai 1510), harapan kedua Hj. Sofiah Haryati BA dan H. Sholeh Anshori S.Sp.I (Kalimantan Tengah, nilai 1500), harapan ketiga Hj. Umi Wahyu Handayani dan Drs. H. Soewandi MSi (Jawa Timur, nilai 1445).
Sedangkan KUA terbaik pertama Fairuz Malaya S.Ag MSi (KUA Sokaraja, Kab. Banyumas, Jawa Tengah, nilai 97,27), kedua A.M. Nurman S.Ag (KUA Cigalontang, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat, nilai 96,67), ketiga H. Abdul Aziz Kamalluudin MA (KUA Pulo Gadung, Kodya Jakarta Timur, DKI Jakarta, nilai 94,65).
Juara harapan satu diraih Abd. Waris Usman S.Ag MA (KUA Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, nilai 94,20), harapan kedua Zulfikar S.Ag (KUA Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, nilai 93,76), harapan tiga Drs. Nur Rokhman MA (KUA Gedongtengen, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, nilai 91,74).

Sumber:  Kemenag

Tidak ada komentar :

Arsip